 Blog For Free!
Archives
Home
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog
Moved to http://tazkia.tblog.com
|
| Dunia Sophie |
| 10.26.04 (5:47 pm) [edit] |
Assalamu’alaikum… Gue bingung mau nulis apa nih Yang jelas, kepala gue lagi dipenuhin banyak hal usulan skripsi, masalah2 BEM FISIP, duit BEM yang makin cekak, kelompok KKN yang kedodoran, novel yang belom juga cetak, tugas kuliah yang saking ngebludak, belom lagi ngasih perhatian ekstra buat mutarabbi2, plus tetep ngisi mentoring pekanan kampus mana Jatinangor belom ujan ujan, tiba2 otak makin pusing inget sesuatu: targetan Ramadhan keteter Ampun deh… Mau pulang rasanya
[b]Dunia Sophie[/b] Apa menariknya novel Sophie’s World (Dunia Sophie)? Buat elo2 yang gila baca, novel filsafat itu menarik karena berhasil nyederhanain pembahasaan filsafat yang historis-rumit-njelimet-s usah-kompleks ke dalam bahasa yang simpel. Pluz, Jostein Gaarder (si pengarang) bisa banget ngegiring rasa penasaran kita buat ngehabisin tuh tebelnya novel. Ngeliat covernya aja, jujur, gue udah ilfil. Tapi buat gue, yang terpaksa ngebaca (karena itu jadi textbook buat mata kuliah Filsafat Ilmu) dari sekedar minjem punya temen, tuh buku menarik karena beberapa alasan.
Pertama, nostalgis. Karena materi sebagian besar berangkat dari sejarah2 perkembangan filsafat dunia yang diurut per bab. Mulai dari bab yang berjudul Taman Firdaus ampe Dentuman Besar. Jadi, seolah masuk ke mesin waktu, merunut pemikiran2 Socrates, Plato, Spinoza, Kant, Hegel, Marx, dsb. Yang gue suka pas bab tentang Zaman Barok, Romantisisme, sama Freud :P
Kedua, tokoh Albert Knox yang nulis ke Sophie, gadis berusia 14 taon: “Banyak manusia yang hidup di dunia dengan cara yang sama anehnya dengan pesulap yang menarik seekor kelinci dari topi yang kosong.
Dalam kasus kelinci itu, kita tahu pesulap telah mengerjai kita. Yang ingin kita ketahui adalah bagaimana dia melakukannya. Berbeda dengan dunia kita. Kita tahu bahwa dunia bukanlah tipuan tangan sebab kita ada didalamnya; kita bagian dari dunia itu. Sebenarnya, kitalah kelinci putih yang ditarik keluar dari topi. Bedanya, kelinci itu tak sadar bahwa itu bagian dari sebuah tipuan sulap. Tidak seperti kita, kita menyadari bahwa kita adalah bagian sesuatu yang misterius dan kita ingin tahu bagaimana itu semuanya berjalan." (Jostein Gaarder, Sophie's World, Phoenix House, London, 1991, hal. 13)
Rasa ingin tahu yang dilukisin di atas ngebawa kita untuk ngegunain akal kita. Cuma, Gaarder dengan cerdik n’ ‘culas’nya nulis cerita Sophie's World itu dengan gaya&daya imajinasi kuat yang kagak masuk akal banget (walopun filsafat Barat ngedominasi). Bagimana tokoh kartun bisa hidup di depan si Sophie, bagimana dunia bisa berubah ketika dia minum salah satu cairan dan bagimana Sophie n’ gurunya, Albert Knox, bisa ngilang trus ngemata-matain Hilde n’ bapaknya. Tapi justru inilah alasan ketertarikan gw yang ketiga.
Dunia Sophie merupakan perpaduan dunia rasional dan dunia irrasional sekaligus. Dan gw langsung teringat akan Dunia Sophie di bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan seyogyanya bisa membawa kita menyadari, bahwa di tengah hidup kita yang kompetitif dan selalu berpacu dengan hal-hal rasional, ada sebuah ruang luas yang menyediakan tempat untuk dunia irrasional (baca: dunia mistis).
Bisakah kita merasionalkan mengapa kita harus puasa? Mampukah akal kita menjelaskan kenapa kita kudu ngendaliin nafsu selama berpuasa? Kenapa harus perbanyak ibadah? Ngapain ngejaga akhlaq selama puasa? Sanggupkah akal menjelaskan bahwa makanan dan minuman yang halal itu tiba-tiba tidak boleh kita nikmati untuk sementara waktu? Kenapa musti bulan Ramadhan, nggak bulan2 laen, yang dijadiin bulan penuh ampunan? Kok ada Lailatul Qadr? Ada apa juga dengan sholat teraweh? Apa ada penjelasan yang memuaskan rasio kita ketika dalam hadis Qudsi Allah berfirman, "puasa itu untuk-Ku!"?
Dunia Sophie mengajarkan kita bahwa hidup ini tidak melulu berdasarkan hitungan rasional. Bulan puasa menjadi momen kita untuk menghela nafas sejenak dan merenungi sikap kita yang selalu mendewakan rasionalitas. Padahal Allah SWT nyiptain keberagaman, kaya laki2-perempuan; langit-bumi; mejikuhibiniu; air-udara-tanah-api-logam ; apa lagi ya… manusia-jin-tumbuhan; dsb. Termasuk juga hal yang rasional-irasional (orang yang nge-agungin nalar, otak kirinya pasti lebih berkembang dari otak kanannya kali ya :) )
Di atas gue dah ngutip Dunia Sophie, lalu gimana dunia menurut Fariduddin Aththar? Sufi besar yang hidup pada abad ke-12 ini nulis, "Dunia ini ibarat tenda kafilah dengan dua pintu: engkau masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu lainnya... Meskipun engkau seorang Iskandar Agung, dunia sementara ini kelak akan memberikan kain kafan bagi segenap keagunganmu..." Aththar benar! Karena akal yang kita dewa-dewakan pun akan berujung pada sebuah kain kafan.
(Buat Taka sama Her, sabar ya… :wink: , semoga di bulan yang penuh rahmat ini Allah SWT menurunkan hidayahnya ke Earl Grey, Elf dari Persia, Jody, Jalut, Matt, n’ Dia Yang Namanya Tidak Boleh Disebut (berjengit!!! ) :P . Allahumma amin… )
|
|
|
| |
| Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan |
| 10.15.04 (1:26 am) [edit] |
[i]“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa barokah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu dijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dasn kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqoro dan masakin. Muliakanlah orangtuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkan tali persaudaraanmu. Jagalah lidahmu. Tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. (Tahanlah pula) pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu akan dikasihi manusia.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu karena itulah saat-saat paling utama ketika Allah Azza Wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya disebabkan diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar, karena punggung-punggungmu berat oleh beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Ia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di depan Rabbul’alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi makan makanan untuk berbuka kepada orang-orang mukmin yang melaksanakan shaum pada bulan ini, maka pada sisi Allah nilainya samadengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.” Para sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, kami semua tidaklah mampu berbuat demikian”.
Rasulullah meneruskan khutbahnya: “Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Barangsiapa yang membaguskan akhlaqnya pada bulan ini, dia akan berhasil melewati Sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaannya pada hari kiamat.
Barangsiapa yang menahan kejelekannya pada bukan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barngsioapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan tujuhpuluh shalat fardhu pada bulan yang lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al- Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupnya bagimu. Pintu-pintu neraka tetutup, maka memohonlah kepada Rabbmu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasaimu.”[/i] Amirul mukminin, Ali bin Abi Thalib karamallahu wahjah berdiri, [i]“Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?”[/i] [i]“Ya, Abu Al-Hasan. Amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah” [/i]jawab Rasulullah SAW.
|
|
|
| |
| Ramadhan and Praktikum |
| 10.14.04 (11:51 pm) [edit] |
Barusan sholat tarawih kelar. Malam Ramadhan pertama, gue sama anak2 kosan sholat di luar. It is the first time for me, because I used to have tarawih at my boarding with pals. Well, nggak terasa udah Ramadhan lagi. Unbelieveable. semoga Ramadhan tahun ini menjadi berkah… Amin… Semoga Allah menerima amalan2 kita. Amin… Hmmm, I’m still contemplating. Contemplating everything for this Holy Month. I just don’t want to miss this moment because I know that I’ve missed much thing last year :roll: . Marhaban ya Ramadhan to all of you, guys :) …
[b]Praktikum[/b] Tapi sebelumnya, tanggal 12-13 kemaren adalah saat2 yang asik buat gue sama temen2 laen. Knapa? Karena kita akhirnya jadi praktikum ke Jakarta. Yipppieeee!!! :o Utuk praktikum kali ini, kita mengunjungi Kedubes AS, sama Deplu (pas hari pertama), trus The Habibie Center disingkat THC (pas hari kedua).
Anak2 yang jumlahnya 30 orang berangkat dari depan Gerbang Unpad. Kita2 sih udah stenbay dari jam ½ 4, tapi bisnya malah baru dateng jam 5. Harusnya jam empat! OK, everybody got dissapointed, but suddenly we were so happy because THERE NO LECTURERS AT ALL!!! Bebaaaas! :o Emang sih ini nyalahin prosedur, tapi apa boleh buat, katanya si Rizki (yang jadi ketua rombongan) dosen2 udah didaulat dengan amat sangat untuk mendampingi rombongan, tapiii… KAGAK ADA YANG MAU! Nggak tau kenapa, and everybody thought because this is LOCAL trip :?
[b]Most Interesting Place[/b] Tuesday, 12 Oct., 9. am, jam segini anak2 dah nyampe di Jakarta. Pokoke gue seneng banget karena akhirnya bisa nginjek lagi 'kampung' gue, walopun kali ini ga sempet sekalian balik ke rumah karena ngurusin KKN, kuliah, BEM, so so. And the first spot was US EMBASSY.

Dan menurut gue, kunjungan ke sini ini yang paling berkesan. Rizki ngasih waktu sekitar 30 menit buat siap2 sebelom kita ke sono. Sebelom masuk, ponsel & kamera anak2 pada dikumpulin di tasnya si Erna. Dijadiin satu, dan abis itu bakal dititip di pintu masuk embassy (rese…). Guess what, that bag became very precious and costly because over than 30 belongings were placed inside and they accumulating more than 30 million rupiahs! US EMBASSY is DAMN STRICT place! And it became damn damn damn strict since bomb blew up The Kuningan! Pas di gerbang Embassy, kita dah dijemput sama salah satu staff. Ngelewatin satpam2 8) berbaju coklat yang megang list nama2 kita (curigaan gitu kalo ada intruder yah? ). Nggak cowok nggak cewek, satpam kabeh! :shock: Nama kita di-check list satu2. Udah itu kita masuk ke dalem halaman Embassy. But the problem did not finish yet. Masih ada semacam ‘pos pemeriksaan’ lagi (aduuuuh…) :shock: . Kita ngantri lagi untuk ‘diperiksa’. Diperiksa aja kok ngantri gitu loh… Di sono ada ‘binatang’ yang bernama PINTU DETEKTOR. Kita kudu melewati tuh benda, dan situasi bakal kacau kalo tiba2 ada bunyi ‘beeeeep’ nyaring. OK, I was going to pass the door. Deg deg-an banget… But… BEEEEEP! “Ya!!! Adek ke sini sebentar…”. :shock: :shock:
Mengerikan. Seorang satpam dengan tubuh kekar ngehampirin. Gue kira tuh bunyi disebapin oleh gue, tapi perasaan gue baek2 aja, nggak bawa elektroik ato apa2. Ato jangan2 karena gue pake jilbab lebar gini? Tapi, ternyata tuh satpam ngampirin si Feri yang ternyata tadi passing persis di depan gue. Ya ampun, masalah apa lagi ini?!?! Si Feri bawa barang2 aneh apaan sih. Ooooh, ternyata dia pake IKET PINGGANG BERKEPALA BESI. Weleeeh… And another BEEEEEP coming. :shock: Itu datang dari Rena, yang ternyata dia nggak nyadar naro duit KOIN SERIBU di kantong. Fuuuh… ‘Seleksi alam’ baru aja dilewatin :roll: . Sekarang ke loket. Di tempat macam ini kita kudu nunjukin KTM ato kartu identitas diri yang laen, yang kemudian ‘disita’ untuk sementara dan dituker sama semacam tag dengan tulisan ‘visitor’. Dan tiba2 ada temen yang nyeletuk: “Eh, Si Deasy balik lagi ke bis. Dia baru nyadar kalo ke sini kaga bawa KTP ato kartu mahasiswa ato ID card laen!” Kacaaaau! Payaaah! Paraaaah! Kita kan domisili di luar Jakarta gitu loh, seharusnya Deasy punya kesadaran kalo pergi ke luar kota itu ID WAJIB BAWA! Ampuuuun… Udah deh, bye bye aja…
Akhirnya anak2 digiring masuk ke aula utama. Adeeem, karena AC langsung terasa pas si staff ngebukain pintu. Kereeeen, karena kita ngerasa kaya bukan di Indonesia (yup, kita secara de jure ada di AS) karena interior yang comforting, lukisan2 gede yang dipajang, sama langit2 yang tinggi dengan aksentuasi lampu2 berwarna ivory keemasan. Hmmm… Romantis… :oops: Kita masuk ke ruang pertemuan. Kita dikasih handouts berupa buku2, leaflets, sama jurnal gratis, yang setelah gue itung2 beratnya lebih dari 3 KILOGRAM. Tuh buku2 masing2 isinya tentang geografi, sejarah, kesusasteraan, sama sistem pemerintahan AS. Ada juga beberapa yang berbentuk jurnal, yang mengetengahkan demokrasi dan HAM. But anyway, two thumbs up for the books! Embassy emang nggak tanggung2 ngasih kita masing2 sebregh-abregh buku! Bunch bunch bunch! :) Cetakannya kualitas wahid :P (kertas glossy, full color, beautiful pics, etc.) , tapi isinya… hmmm, ntar dulu deh… karena ujung2nya demokrasi lagi, HAM lagi… 8) Eeeeh, pas mau duduk, ternyata sarapan dah tersedia di sebuah sudut ruangan. Ada pastries, kopi, krimer, teh celup, gula… Ambil sendiri! Dasar anak2 Jatinangor, sekalinya liat makanan, langsung pada nyamber :P. Pliiiiis!!! Pliiiis dooong, jangan bikin maluuu gueeee… Hehehe. Maksudnya, plis dong behave! Soalnya di ruang pertemuan iu ternyata ada KACA PEMANTAU. Jadi, persis di deket meja sarapan, ada kaca film, berukuran kurang lebih 1x3, dan tau dong, pasti ada orang yang merhatiin dari balik ‘binatang’ itu :x . Sampe2 gue kasih wacana ke temen2 kalo JANGAN PERNAH PERGI KE TOILET karena PASTI ADA HIDDEN CAMERANYA! Gaswat… :roll:
Breakfast ending. Seorang bule datang. His name was Andy. He still young, nice person. Jas rapih, kemeja biru muda, dasi merah, all American. Rambut coklat pirang, pake kumis+kacamata. Cukup bersahabat. He told us about himself as the officer for Culture Affairs. Di dalam hati gue bertepuk tangan, “cool juga nih orang, walopun mirip Tom Green :) ” Lumayan bisa Bahasa Indonesia. Dan dia ngasih pilihan apakah pertemuan pake Bahasa ato English. “In English!!!” kontan anak2 ngejawab serempak! But another coming. He was bit taller than Andy. Kulitnya lebih putih, rambutnya item. Pake kacamata juga, dan lebih mancung&mudaan daripada Andy (alaaaaah…). Dia officer for Politics kalo ga salah. Namanya Matt. Dan gaya bicaranya lebih santai, sedikit banyak nyerocos, dan gue harus lebih menundukkan pandangan neh :wink: . Tunduk… Oh iya, dateng lagi bule lain, namanya Tom. Menurut gue, dia mirip dikit sama Damon-nya Blur. Rada sangar dikit… Lebih tepatnya serius. Mereka duduk dengan posisi: Andy, Matt, Tom. Matt seemed to be the spokesman.
Gue sendiri duduk di mana? Ternyata di depan! Mimpi buruk apa yang bikin gue duduk di row paling depan, persis sis di depan tuh bule!?! Oh noooo… Semoga di jidat gue tidak terpampang huruf2 yang tersusun jadi kata TERORIS cuma gara2 kecurigaan mereka ada akhwat duduk tepat di depan mereka.
OK. Acara dimulai. Well, di pertemuan itu US Embassy ngejelasin gimana peran US dalam rangka mewujudkan keamanan wilayah di Asia Tenggara, terutama mencegah terorisme. Yup, Matt talked much. Serius tapi santai, asik. Interaktif. Meyakinkan. Tapi, situasi seperti biasa makin serius pas session pertanyaan, karena ikhwan2 pada mempertanyakan masalah double standard, pre-emptive strike, jargon demokrasi&HAM, invasi kebudayaan, terorisme, masalah Irak, Protokol Kyoto, sama segala tindakan AS yang unilateral. Kontan, suasana makin menegang, karena ikhwan2 kaya si Rufi, Reza, Aga, Lucky, Fery bener2 membuat para exellencies bingung. Mana si Reza malah ditanya balik sama si Tom tentang orisinalitas demokrasi Indonesia :shock: . Tapi, asik juga ngeliat si Matt (lagi-lagi Matt… alaaah... ) yang tenang, terbuka. Tiap pertanyaan yang super kritis n’ langsung bikin keok dijawabnya dengan penuh diplomasi (becoz he is a diplomat, right?!) Gue setuju sama perkataan dia, bahwa bukan AS aja kok yang nerapin double standard, tapi rata2 negara2 di dunia ini juga begitu. All countries in the world pursue for their interest. Dan ketika masalah teroris lagi-lagi diangkat, Matt nanya. “Who thinks that US is world terrorist?! Raise your hand!” Kontan anak2 pada angkat tangan, termasuk gue, walopun masih ada yang ragu (ato takut?) :P . Dan respon Matt cukup melegakan, dia cuma tertawa n geleng kepala. Asik. Sementara Andy sama si Tom masih merhatiin kita2 satu persatu dengan tatapan yang menurut gue begitu investigatif 8) .
Well, jam menunjukkan pukul 12 siang. It came to an end. Acara harus diakhiri, walopun masih banyak pertanyaan yang belom dilontarkan sama pertanyaan yang belom dijawab secara memuaskan. Akhirnya, meeting ditutup. Well done. Andy, Matt, and Tom really appreciated us! They said if there also had been press&journalists, it would be troublesome because a lot of off-the-record statement were made :P . HI Unpad 2001 are outstanding 8) Untuk suvenir, Rizki ngasih mereka satu set angklung :) . Dan abis acara serah2an itu, kita didaulat untuk foto bersama :wink:
Waaah, ceritanya panjang yah… Ini juga belom semuanya terceritakan. OK, I’ll summarize the trip! Ini menurut gue loh… - Tempat paling berkesan : US EMBASSY doooong! - Tempat paling boring : Deplu. Ngantuk, karena ke sana jam 1 abis dari US Embassy, pembicaranya kagak ‘seatraktif’ di US Embassy. Mana suara pelan, ruangan AC. Siapa yang kagak bisa ngantuk jam segitu… :cry: - Snack paling enak : THC :o ! Sumpe, enak banget snacknya! Bakery, risol, lemper… Wooow! Mana dikasih lunch Hoka2 Bento lagi! Makasiiiiih abiiiiis! Gimana kagak delighted tuh anak2 Jatinangor!?! - Meeting room paling OK : Masih THC, karena wangi, nyaman, ACnya banyak, sophisticated, wooden-furnished, lengkap fasilitas, kata temen WCnya bagus, satpamnya nggak nakutin, lukisannya bagus2, banyak miniatur2, ada perpusnya+koleksi buku yang keren2. I love the interior! Coooozy! Siapa dulu… Habibie gitu loh! - Man of the days : Matt dong, hehehe… - Outstanding pal : Reza, karena segala pertanyaannya penuh dengan penjabaran2 yang panjang, sampe2 gue sendiri nggak tau dia nanya apa :) . Salut, karena bikin AS kewalahan, n bikin Jeff – foreigner asal Cina yang ngeriset di THC –minta maaf segala ke Re karena jawaban dia kurang memuaskan because having some trouble with his English. Keep yourself critical, Re! - Words of the days : “As well…”, Matt loves to say it :) - Orang yang paling bikin malu : Intan! Gue nggak nyangka nih predikat jatoh ke temen deket gue sendiri. Knapa? Soale pas lagi breakfast di THC, ada temen yang mau foto kita2. Kontan anak2 langsung ngerubungain because of the hint! JEPREEEET! Foto selesai. Tapi… GUBRAAAK, Intan kesandung dan jatoh. Merahlah mukanya… :oops: Untung lanteinya karpet. Mana si Windi komentar, “Jatohnya sih nggak seberapa, tapi malunya itu nggak bisa ditahan!”
Well, buat HIers 2001, thanks for the moments!!! :) Met shaum juga yaaaa... Afwan kalo gue punya banyak salah ke kalian... Sampe ketemu pas kuliah yaaa...
|
|
|
| |
| A Man Staring At Me… |
| 10.09.04 (12:07 am) [edit] |
I had nothing to do this morning :(. Ila and Intan, my bosom friends, were having their own business, and I felt so bored. Having nothing to do, I decided to hack around. To go somewhere, to Bandung, because nothing looks good here in Jatinangor :x . But before there was an important meeting with pals at BEM to talk about several programs and replace some members. Fuuuh, finally the uninteresting meeting was finished. I went straightly to have some lunch before going to Bandung. I had a bus. I just slept along the journey which took about 45 minutes to go. While the bus had its last stop on a station, I had to continue my trip by taking other public transportation for different route.
In the wake of 15 minutes, I arrived at a place, Aquarius Music. After paying Rp. 1000 for the ride, I entered the parking lot. Pushing the front-door, I entered the gallery. The air conditioner pretty comforting. But, I had to find something immediately. Glancing, I found out that someone staring at me. He seemed so familiar. Still, his eyes deeply looking at me from distance, with a little smile. I relieved to know that he there. I approached to make sure that I wasn’t being in a dream world. Yes, he kept his eyes fixed on me behind the transparent casing with smile that didn’t change. He made me out of breath. It suited me down to the ground. “Dobar dan, Maksim! So, this is where I reach you. Oh no, why are you keep staring me like this?! I'm just an ordinary veiling girl... Come on, I’ll bring you to get out from here as soon as possible. I can hardly wait to hear you play the ivories. Wow!… once again… Wow! I just can’t believe that finally I got you today!”
Yeaaaah! Hooooraaaay!!! :D :D :D Maksim new album, ‘Variation’ finally released! Wishing to be the first who bought, I grabbed one of the cassetes. I came up to the cashier, and paid for Rp. 23.000. Ila, Intan, I can barely wait to show him to you, galz (^o^)[] !!!
Weariness turned to gladness. Everything became sooo… exciting and beautiful :P. From his cabinet labelled ‘New Release’, we finally went out. “Unbelieveable that I’m now hanging with one of world’s best pianists” (and I guessed he replied ‘thank you’ &) ).

His music grows by leaps and bounds. And I love to hear “Olympic Dreams” (thrilling intro!), “Merry Christmas Mr. Lawrence” (ups… is it suitable for akhwat to listen 8) ?! I bet Ila will like it because its Japanese rhythm), and “Nocturne in E Flat Major”. While others like “Kolibre”, “Amazonic”, “Leeloos Tune”, that are recent compositions by Tonci Huljic lively diverse the tracks. And old tracks like “Piano Con. No. 1…”, “Totentanz”, “Procession of The Sardar”, “Bohemian Rhapsody”are remade. Thoroughly. Some are kinda piano solos, like “Nocturne” “Pagrag”. I hope these are just teaser, not spoiler :D For me, ‘Variations’ seems more ‘mature’ than before. And what I gotta do now is to grasp each track which has its own romantic story :wink: . I will bring my walkman everywhere and ignore people around me :P . No more explanation for the reason that piano piece (which means ‘art’) is to enjoy – not to tell – I’d suggest you to buy Maksim’s Variations!
Hehehe, iklan kali...
|
|
|
| |
| kinda spooky story |
| 10.04.04 (6:10 am) [edit] |
Fuuuh, hari ini gue capeee. Setelah ikut dauroh selama dua hari, dari pagi ampe sore, akhirnya tuh acara selese juga… Gue bisa ngeluangin waktu – kudu ngeluiangin waktu – untuk nyuci baju2 yang numpuuuuk :D ! Horeee, akhirnya nyuci juga! Agenda selanjutnya: KKN. Well, KKN Oktober-Desember ini gue dapet di Cileunyi Kulon, ber-20 sama anak2 fakultas laennya. Dari FISIP cuma dua, gue sama Sathia si anak basket dari KS. Ada yang cuma satu perwakilan dari kampusnya, kaya FIKOM. Sedangkan, yang paling banyak itu dari FK: 10 orang. Dan yakin, program yang mo mereka bikin paling2 ga jauh dari balai pengobatan. Setiap kelompok KKN dapet jatah 7-10 anak FK. Tapi, fakultas di luar FK maksimal cuman boleh ngirim 2 orang ke tiap2 kelompok. Kalo denger cerita temen2 gue, anak2 FK di kelompok mereka rata2 pada ‘show force’, mentang2 banyakan kali yah (soale baru taon ini anak2 FK ‘turun’. Taon2 sebelumnya pada praktek di RS). Sampe2 gue prihatin, ada kelompok yang dosen pembina lapangannya itu ‘diskriminan’ sama anak2 fakultas laen di luar FK, karena dia sendiri dosen FK. Fanatik fakultas gitu deh katanya :roll: . Wallahu’alam.
A Spooky Story Ini jam 23.36. Gue lagi denger murottal An Naba… Tapi biasanya, gue denger MP3 piano/klasik kalo lagi ngetik malam2 buta gini. Because there was something spooky happened to me few hours ago. And I need to illuminate myself, at the moment. Ceritane ngene: Gue lagi tidur2an di kamar sekitar jam sembilan barusan. Ngutak atik ringtones, akhirnya ngecompose Pachelbel Cannon buat message alert. Nice prelude… Nah, nggak taunya malah ketiduran. Kayanya sih kecapean karena ada daurah dari pagi tadi. Tidur sih tidur, tapi cuma sepuluh menit. Kenapa sepuluh menit?!?! Karena ‘digangguin’. Diganggunya: badan gue nggak bisa bergerak, susah banget digerakin. Rasanya panas, kaya demam gitu. Badan merinding. Gue cuma bisa buka mata doang, tanpa bisa ngegerakin anggota tubuh yang laen. Dan kuping gue kaya ngedenger noisy things, ada suara orang2 ngobrol&ngebisikin gue, tapi gue lupa pada ngomongin apaan. WAKE UP!!! Gue akhirnya bisa bangun! Badan langsung lemes, karena ‘struggle for awakening’. Gue selalu ngalamin hal ini, tapi biasanya kalo tidur siang. Nggak malem kaya begini. Kenapa, entahlah… Nah, setelah gue tenang, gue lalu ke kamarnya si Mini, akhwat Antrop. ’02 yang ngerti ‘gituan‘. Dita : (dengan uka kusut dan mata bengkak) Mini, tadi daku abis ngalamin apa coba? Mini : Apaan Teh? Dita : Aku tidur digangguin. Nggak bisa gerakin badan. Kaya biasa… Mini : Astaghfirullah… Dita : Mini, maukah dikau melihat kamarku, bentar aja… (akhirnya Mini menuju kamar gue) Dita : Coba… gimana? Gimana hawanya?! Mini : (nongol di pintu. Tapi langsung nengok ke gue pake isyarat) Teh Dita, ada?! Dita : Nggak tau, aku kan ‘nggak tau’. Menurutmu gimana kamarku?! Mini : (nyamperin dengan khidmat) Teh Dita… Ada… Dita : WHAT?!?! Mini : Si Tante* … Dita : Astaghfirullah… Mini : Di depan kamar mandi…
Ya ampuuuun, denger itu gue langsung kaget. Tapi gue berusaha tenang. Mata gue nggak ngeliat yang ganjil… Tenang… Akhirnya, Mini masuk ke kamar gue, tanpa sudi ngeliat ke arah depan kamar mandi. Dan, untuk saling ngejelasin kondisi kacau ini, kita ngobrol pake bahasa Inggris J. Lucu, mungkin makhluk itu berpikir ‘ngomong apaan sih ini berdua?!’ Dari obrolan yang ngabisin waktu 2 jam, ini dia keberadaan Si Tante. - Kayanya ‘dia’ suka mampir ke kamar, trus bediri diam di pojokan depan kamar mandi (di sono ada tumpukan baju kotor+tempat sampah. Dirty, isn’t it?!) - Dia cuma berdiri, seolah menanti sesuatu. Wajahnya pucat, dingin, banget! Menurut Mini, ia tergolong berusia muda. - Gue setiap hari ninggal kosan kamar dari pagi sampe sore karena kuliah, BEM, mentoring, dsb. Dan, kayanya sedih juga pas sadar kalo kamar ‘terlantar’. Soalnya, gue jarang banget sholat di kamar. Jamaah terus. Subuh, maghrib, isya. Pokoke kalo bis jamaah, maka gue utamakan jamaah. Jamaahan di ruang tengah, ato di kamarnya Melli or Mini (kalo komplit, akhwat ber 6, tapi tetep aja ber 6 itu cuma 30% dari penghuni kosan. Sholat dzuhur ato asharnya sendiri di luar kosan karena jam2 itu gue kan ga di tempat. So, kamarku jadi ‘empty’, sekedar tempat ngelepas cape… maafkan. You’re clumsy & alone… :cry:
Itu satu dari sekian banyak kejadian yang ada di kosan… (Parah juga kalo dipikir2 nih kosan). Banyak, mulai dari penampakan berbagai macam ‘spesies’, seperti Si Tante, Si Om**, Kangguru***, Animal****… Kami emang ngemodif nama2nya begitu, selain supaya lebih amni wa sirri (aman dan rahasia, maksudnya :D ), juga memanipulasi temen2 laen yang sedikit penakut agar nggak shock, terperanjat setengah mati, ato pingsan pas ‘mereka’ ada. “Dit, di situ… ada Kangguru…” “Oh…” “Eh, kalian ngomong apa sih?!?! Jelas2 TV nya lagi nayangin AFI gitu loh!!!”
Insya Allah nggak takut. Cuma, gue nggak mau kalo keberadaan mereka itu mengganggu manusia!
Hiks 3x, minggu ini nggak bisa SMSan ama Ila, karena HP nya dipake kakaknya. Sementara HP punya kakaknya masuk servis karena ada tombol yang rusak. I’ll be missing you… :cry:
Tadi siang gue jadi member rental komik. Gue dapet nomor anggota: 1924. 1924, something crossing my mind... 1924 Not like Smashing Pumpkin's 1979 album but 1924 1924. Ikhwah will always remember it as the time when the world losing its last khilafah... Fuuuuh... jadi inget, kalo besok harus ngasih materi ke binaan...
Perlu diketahui: *Si Tante= Kuntilanak ** Si Om= Genderuwo ***Kangguru= Pocong ****Animal= makhluk halus lain yang bersosok binatang
|
|
|
| |
|
Moved to http://tazkia.tblog.com
|